Jumat, 27 Januari 2017

Tersenyumlah



Pernahkah kau merasakan rindu dengan kebebasan tanpa memikirkan seseorang? Pernahkah kau berada dalam alam yang indah nan menyejukkan namun perasaan dan kata hatimu mashi berada di tempat lain yang penuh menyimpan kenangan? Pernahkah kau mencoba untuk membuang dan menghipnotis dirimu sendiri agar tidak teringat dengan sesuatu? Pernahkah kau merasa dirimu ini GILA karena kau mencoba berbagai hal yang bodoh hanya untuk melupakan seseorang? Bagaimana perasaanmu setelah itu? dasar bodoh kau ini!

Lihatlah orang lain, lihatlah mereka yang tertawa bebas tanpa memikirkan sesuatu, seakan tak merasakan beratnya pilu merana! Lihatlah mereka lebih dalam? Kau pikir untuk apa mereka yang tertawa lepas dapat melakukan seperti itu? apa kau pikir mereka itu benar-benar bahagia?

Pernahkah kau memikirkan perasaanmu yang selalu kau paksa untuk melupakannya? Pernahkah kau mendengarkan otakmu yang selalu memintamu untuk tak memikirkannya? Apa yang bisa kau lakukan dari dua pilihan yang cukup sulit dari dirimu ini?

Kau ini gila! Kau tak pantas menjadi psikiater! Sadar! Sebelum kau menjadi seorang perawat yang menerapkan caring pada Klien, kau harus menerapkannya dalam dirimu sendiri! Biarkan dirimu bebas memikirkan, berilah kebijakan untuk perasaanmu dan otakmu! Bukannya malah memaksa mereka dengan melakukan hal-hal yang bodoh. Kau sudah besar! Hai! Sadarilah itu!

Lihatlah dia, dia sudah bahagia disana dengan yang baru! Apakah kau tetap akan memikirkannya? Jelas-jelas kau sudah tak diharapkan lagi oleh dia! Mana akalmu? Mana berfikir kritismu? Kau ini gila apa!

Kenangan memang menyesakkan bila masih kau bayangkan, kenangan hanya akan membuatmu pilu memikirkan dia. Kenangan itu hanya sebuah cerita indah pada waktunya! Beranjaklah dari kenangan itu, karena ini semua sudah habis masanya, karena waktunya telah berganti dengan keadaan baru, jika kau bersikeras tetap disini bersiaplah saja tuk menanggung pilu yang merugikanmu! Percuma kau ingatkan kasihsayangmu kepada dirinya yang telah tak mengharapkanmu kembali lagi! Kau ini sadarlah! Rasa sayangmu ini, setiamu ini sangatlah sayang jika kau jatuhkan pada dirinya!

Hei lihatlah air matamu! Bahkan air matamu saja sudah tak sanggup lagi untuk keluar karena tanpa kau sadari semua ini sudah terlalu lama kau rasakan dan terlalu besar sakitnya untuk kau rasakan. Harapanmu yang ingin selalu ada untuknya, selalu mengharapkan untuk dapat bercanda padanya hanya akan sia-sia saja jika kau ingat!

Lihatlah dia, dia terlalu pandai beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dia sudah mendapatkan kawan baru yang lebih menyayangi dirinya, dia juga lebih bahagia dengan lingkungan barunya ini. Kau ini siapa? Kau ini hanya masa lalu yang mengganggunya saja. Sadarlah itu! kau hanya sebagai benalu dalam jalnnya saja! Kasihan sekali kau ini! Menangislah! Kau ini hanya dapat menangis dan menggalau saja seakaan taka da cara lain saja!

Maafkan aku terlalu menyalahkanmu hai diriku! Aku tau memang tak mudah memahami semua ini! Janji yang kau utarakan pada awal tahun ini seakaan hanya sia-sia. Aku tau betapa menyiksanya ketika ibumu menanyakan dirinya. Menyiksa memang ibumu tiba-tiba menanyakan apakah kalian sudah berakhir.

Setidaknya kau pernah melihatnya bahagia bersamamu, setidaknya kau pernah selalu ada untuknya. Setidaknya kau pernah mendekatinya dan tak peduli pada sakit ‘campak’ yang pernah dia derita. Setidaknya kau pernah merasakan diprioritaskan oleh dirinya. Kenapa ? apakah aku sedih? Dasar rapuh kau ini! Semua itu kan sudah berlalu, dia pun sudah pergi meninggalkanmu! Lalu apa yang masih menghantuimu?

Melupakan bayangnya akan membuatmu semakin teringat oleh dirinya, mungkin dia juga masih melihatmu didekatnya, namun dia sudah tak menganggapmu siapa-siapa. Sudahlah, dia itu hanya indah pada waktu itu saja. Percuma semua rasa galau ini kau curahkan, dia pun tak akan menggubris kesedihanmu. Bahkan dirinya akan tertawa karena kau menyesal karena meninggalkannya. Kau akan di tertawakan karena masih mengharapkannya. Ya aku tau! Kau tak akan malu dengan semua tudingan itu! ya aku tau kau terlalu sayang dengannya! Lalu apa yang membuatmu terlalu sayang dengannya! Kau jelas-jelas bukanlah pilihannya lagi! Kau bukan bagian doannya lagi! Bangunlah hai kau putri tidur! Dia sudah mengharapkan yang lain, tentu saja dia mengharapkan mereka-mereka yang lebih baik darimu, yang lebih perhatian dari dirimu. Aku tau, itu memang menyakitkan, aku tau rasa sakitmu ini memang sulit tuk diterima. Aku dapat merasakan bagaimana perjuanmu untuk selalu menantinya dulu dan memberikan hadiah yang sekiranya dapat berharga untuknya. Aku tau membang benar-benar menyesakkan dada semua itu. Tapi jangan lupakan bahwa semua aka nada balasannya.

Ingatkah kau dengan kata-kata temanmu, kau ini baik, orang terdekatmu tau jika kau ini baik. Kau pasti akan mendapatkan balasan yang lebih dari kebaikanmu. Allah merindukanmu, Allah ingin kau merasakan penantian yang lebih dan benar-benar penantian. Biarkan dia menari di atas penantianmu ini, biarkan dia tertawa saat dirimu bersedih. Yakinlah, Allah maha Adil, Allah tidak akan mungkin umatnya terlalu berlarut dalam kesedihan. Pendamlah semua sayangmu ini, tunggulah waktu untuk dia menyadari semua ini. Aku tau kau memang merasa seakan di anaktirikan oleh dirinya, kau seakan diperlalukan lain tidak seperti mantan-mantannya sebelumnya. Bersabarlah hai kamu upikku, semua akan ada balasannya, menunggulah pada waktunya tiba. Sebaik apapun dia bertahta di hatimu, dia akan pergi jua nanti pada akhirnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar