Kamis, 26 Januari 2017

Bagaimana Hatimu Saat ini?



Bukankah semua akan ada balasannya? Ketika cinta dan sayang sudah tak di hiraukan? Benar saja, tinggalkan dia yang telah tak mengharapkanmu lagi. Tiada guna menaruh hati dan terjatuh terlalu dalam hanya untuk dirinya yang tak kan datang. Sadarlah semua sudah berlalu hingga air mata pun tak dapat tercucur dan hanya hati yang dapat terpukul. 

Kau adalah seorang wanita yang kuat, tanpanya kau pasti juga masih bisa tertawa bukan? Untuk apa kau terlalu larut sayang. Mungkinkah kau takut kesepian, mungkinkah karena kau takut tak akan ada yang dapat menggantikan dirinya seorang? Kau salah besar! Percayalah semua ini terjadi karena kehendak-Nya, apapun yang kau yakini dengan syukur pasti akan diberikan imbalan yang lebih bukan? 

Percayalah hai kamu jika Allah akan menukarnya dengan yang lebih baik. Biarkan dia membencimu, dan hentikan semua usahamu dalam menggapainya kembali. Jika dirinya sudah terlanjur kau buang, dan dirimu sudah dilupakan untuk apa kau masih mengharapkan.
Izinkan waktu menjadi pelipur laramu dan dirinya, biarkan waktu memulihkan segala gundah di dalam dada yang menyesakkan segala jiwa dan mengganggu dalam kesibukan. Jalanmu masih panjang sist, untuk apa kau buang waktumu seperti ini. Bukalah matamu untuk melihat pelajaran apa yang dapat kau ambil dari ini semua, jangan takut tuk membuka pintu hati mu yang beku. Izinkan orang lain menjadi penghangat dalam kebekuan perasaanmu. Biarkan seseorang menjadi pelipur laramu. 

Semua memang akan ada penyesalannya, ada saatnya dimana dia akan merasakan hanya dirimulah yang sayang dengan penuh ketulusan untuknya walaupun kau sempat mengecewakannya. Diapun akan sadar pula jika kesalahanmu itu tak sebanding dengan sayangmu yang sangat amat besar dan tulus, tak sebanding pula dengan penantianmu yang selalu mengharapkannya datang menemanimu.
Izinkan dia merasakan kasih sayang lain yang tentunya berbeda dari kasih sayangmu. Jangan takut jika dia terlalu cepat melupakanmu. Justru kau harus lebih mahir untuk menutup semuanya dan melanjutkan hal yang baru dengan harapan baru. Jangan sia-siakan waktu demi waktu, kau mampu, sinari harimu dengan kebahagian walaupun ku tahu tak mudah untuk meyakinkan perasaanmu jika semua akan baik-baik saja.

Ketika dirimu sedang sesak namun keadaan menuntutmu untuk tertawa lepas memang sakit bila semua telah dijalankan. Kau memaksa diri padahal hati belum siap tuk menjalani. Namun itu lebih baik ketika kau berpura-pura, dari berpura-puralah kau akan terbiasa. Maafkanlah dirimu yang menjatuhkan hati terlalu dalam untuk dirinya, sudahlah banyak ikan di laut. Kau mampu, kau pasti mampu kau adalah wanita kuat yang telah terbiasa menanti dirinya sebelum perpisahan mengakhiri segalanya. Kaulah yang selalu memperjuangkan yang terbaik untuknya ketika dirinya sedang berjuang meraih cita-cita. Kau juga yang memberikan waktu untuk nya belajar padahal dia sempat hampir pergi ke tikungan yang tak kau tahui kemana itu.

Kau yang selalu memaksanya membawa bekal agar kau dapat melihat dirinya tercukupi energy dalam menjalani tambahan jam pelajaran. Sudahlah, sekarang dia tak mengharapkan perhatianmu lagi. Semua perhatianmu dulu itu hanya sia-sia dan hanya ucapan terimakasih pada waktunya. Niatmu untuk menjadi saksi kesuksesannya hanya sampai disini saja. Dia ingin mencari orang lain yang dia idamkan dan menemaninya saat dia sukses saja. Dia sudah tak mengharapkanmu lagi, hei sadarlah kau! Sadarlah kau kuat, kau wanita kuat!

Tetaplah TERSENYUM,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar