Bukankah semua akan ada balasannya? Ketika cinta dan sayang
sudah tak di hiraukan? Benar saja, tinggalkan dia yang telah tak mengharapkanmu
lagi. Tiada guna menaruh hati dan terjatuh terlalu dalam hanya untuk dirinya
yang tak kan datang. Sadarlah semua sudah berlalu hingga air mata pun tak dapat
tercucur dan hanya hati yang dapat terpukul.
Kau adalah seorang wanita yang kuat, tanpanya kau pasti juga
masih bisa tertawa bukan? Untuk apa kau terlalu larut sayang. Mungkinkah kau
takut kesepian, mungkinkah karena kau takut tak akan ada yang dapat
menggantikan dirinya seorang? Kau salah besar! Percayalah semua ini terjadi
karena kehendak-Nya, apapun yang kau yakini dengan syukur pasti akan diberikan
imbalan yang lebih bukan?
Percayalah hai kamu jika Allah akan menukarnya dengan yang
lebih baik. Biarkan dia membencimu, dan hentikan semua usahamu dalam
menggapainya kembali. Jika dirinya sudah terlanjur kau buang, dan dirimu sudah
dilupakan untuk apa kau masih mengharapkan.
Izinkan waktu menjadi pelipur laramu dan dirinya, biarkan
waktu memulihkan segala gundah di dalam dada yang menyesakkan segala jiwa dan
mengganggu dalam kesibukan. Jalanmu masih panjang sist, untuk apa kau buang
waktumu seperti ini. Bukalah matamu untuk melihat pelajaran apa yang dapat kau
ambil dari ini semua, jangan takut tuk membuka pintu hati mu yang beku. Izinkan
orang lain menjadi penghangat dalam kebekuan perasaanmu. Biarkan seseorang
menjadi pelipur laramu.
Semua memang akan ada penyesalannya, ada saatnya dimana dia
akan merasakan hanya dirimulah yang sayang dengan penuh ketulusan untuknya
walaupun kau sempat mengecewakannya. Diapun akan sadar pula jika kesalahanmu
itu tak sebanding dengan sayangmu yang sangat amat besar dan tulus, tak
sebanding pula dengan penantianmu yang selalu mengharapkannya datang
menemanimu.
Izinkan dia merasakan kasih sayang lain yang tentunya berbeda
dari kasih sayangmu. Jangan takut jika dia terlalu cepat melupakanmu. Justru kau
harus lebih mahir untuk menutup semuanya dan melanjutkan hal yang baru dengan
harapan baru. Jangan sia-siakan waktu demi waktu, kau mampu, sinari harimu
dengan kebahagian walaupun ku tahu tak mudah untuk meyakinkan perasaanmu jika
semua akan baik-baik saja.
Ketika dirimu sedang sesak namun keadaan menuntutmu untuk
tertawa lepas memang sakit bila semua telah dijalankan. Kau memaksa diri
padahal hati belum siap tuk menjalani. Namun itu lebih baik ketika kau
berpura-pura, dari berpura-puralah kau akan terbiasa. Maafkanlah dirimu yang
menjatuhkan hati terlalu dalam untuk dirinya, sudahlah banyak ikan di laut. Kau
mampu, kau pasti mampu kau adalah wanita kuat yang telah terbiasa menanti
dirinya sebelum perpisahan mengakhiri segalanya. Kaulah yang selalu
memperjuangkan yang terbaik untuknya ketika dirinya sedang berjuang
meraih cita-cita. Kau juga yang memberikan waktu untuk nya belajar padahal dia
sempat hampir pergi ke tikungan yang tak kau tahui kemana itu.
Kau yang selalu memaksanya membawa bekal agar kau dapat
melihat dirinya tercukupi energy dalam menjalani tambahan jam pelajaran. Sudahlah,
sekarang dia tak mengharapkan perhatianmu lagi. Semua perhatianmu dulu itu
hanya sia-sia dan hanya ucapan terimakasih pada waktunya. Niatmu untuk menjadi
saksi kesuksesannya hanya sampai disini saja. Dia ingin mencari orang lain yang
dia idamkan dan menemaninya saat dia sukses saja. Dia sudah tak mengharapkanmu
lagi, hei sadarlah kau! Sadarlah kau kuat, kau wanita kuat!
Tetaplah TERSENYUM,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar