"Aku memang tidak stuck di detik yang sama
Waktu telah berlalu
Namun, roh ku masih terjebak
Aku memang belum terbangun
Sampai-Sampai tidak tau bedanya
Mana dunia nyata, mana dunia mimpi "
Dulu,,,,
jiwaku rohku seakan seperti daun kering
Yang takut jika pada waktunya daun ini akan terjatuh dari pohon
Karena daun ini tidak tau apa yang ada di bawah sana
Tetapi,
Tuhan berkehendak
Daun itu jatuh dari pohon di mana dia berada
Dia menunggu,
dan datanglah angin yang mengajaknya,
membawanya menari bersama.
Sampai-sampi daun ini tidak terngiang akan ketakutan dugaanya.
Angin memang memberikan kenyaman pada daun.
Hingga daun lupa jika ia tidak bisa melayang,
dan sampai sejauh manakah ia sekarang berada.
Tapi apapun yang ada,
semua ini atas kehendak tuhan.
Tidak ada yang abadi.
Termasuk batu ataupun karang di laut
Angin tak selamanya selalu ada untuk menari bersama daun.
Hilangnya angin membuat daun terjatuh entah berantah dimana ia sekarang.
Bisa apa daun?
Mau apa daun?
Dia terkejut dan dia belum terbiasa akan semua ini
Tetapi, itulah rencana Tuhan
Jika terjadi, maka terjadilah
Jika cukup, maka berhentilah
Daun hanya dapat menanti apa yang akan terjadi
Dia percaya apapun ini,
pasti sudah terencana oleh Tuhan
Mungkinkah akan ada angin yang datang
Akankah angin lain atau angin yang sama?