Pernahkah kau merasakan rindu dengan kebebasan tanpa
memikirkan seseorang? Pernahkah kau berada dalam alam yang indah nan
menyejukkan namun perasaan dan kata hatimu mashi berada di tempat lain yang
penuh menyimpan kenangan? Pernahkah kau mencoba untuk membuang dan menghipnotis
dirimu sendiri agar tidak teringat dengan sesuatu? Pernahkah kau merasa dirimu
ini GILA karena kau mencoba berbagai hal yang bodoh hanya untuk melupakan
seseorang? Bagaimana perasaanmu setelah itu? dasar bodoh kau ini!
Lihatlah orang lain, lihatlah mereka yang tertawa bebas
tanpa memikirkan sesuatu, seakan tak merasakan beratnya pilu merana! Lihatlah mereka
lebih dalam? Kau pikir untuk apa mereka yang tertawa lepas dapat melakukan
seperti itu? apa kau pikir mereka itu benar-benar bahagia?
Pernahkah kau memikirkan perasaanmu yang selalu kau paksa
untuk melupakannya? Pernahkah kau mendengarkan otakmu yang selalu memintamu
untuk tak memikirkannya? Apa yang bisa kau lakukan dari dua pilihan yang cukup
sulit dari dirimu ini?
Kau ini gila! Kau tak pantas menjadi psikiater! Sadar! Sebelum
kau menjadi seorang perawat yang menerapkan caring pada Klien, kau harus
menerapkannya dalam dirimu sendiri! Biarkan dirimu bebas memikirkan, berilah
kebijakan untuk perasaanmu dan otakmu! Bukannya malah memaksa mereka dengan
melakukan hal-hal yang bodoh. Kau sudah besar! Hai! Sadarilah itu!
Lihatlah dia, dia sudah bahagia disana dengan yang baru! Apakah
kau tetap akan memikirkannya? Jelas-jelas kau sudah tak diharapkan lagi oleh
dia! Mana akalmu? Mana berfikir kritismu? Kau ini gila apa!
Kenangan memang menyesakkan bila masih kau bayangkan,
kenangan hanya akan membuatmu pilu memikirkan dia. Kenangan itu hanya sebuah
cerita indah pada waktunya! Beranjaklah dari kenangan itu, karena ini semua
sudah habis masanya, karena waktunya telah berganti dengan keadaan baru, jika
kau bersikeras tetap disini bersiaplah saja tuk menanggung pilu yang
merugikanmu! Percuma kau ingatkan kasihsayangmu kepada dirinya yang telah tak
mengharapkanmu kembali lagi! Kau ini sadarlah! Rasa sayangmu ini, setiamu ini
sangatlah sayang jika kau jatuhkan pada dirinya!
Hei lihatlah air matamu! Bahkan air matamu saja sudah tak
sanggup lagi untuk keluar karena tanpa kau sadari semua ini sudah terlalu lama
kau rasakan dan terlalu besar sakitnya untuk kau rasakan. Harapanmu yang ingin
selalu ada untuknya, selalu mengharapkan untuk dapat bercanda padanya hanya
akan sia-sia saja jika kau ingat!
Lihatlah dia, dia terlalu pandai beradaptasi dengan
lingkungan barunya. Dia sudah mendapatkan kawan baru yang lebih menyayangi
dirinya, dia juga lebih bahagia dengan lingkungan barunya ini. Kau ini siapa? Kau
ini hanya masa lalu yang mengganggunya saja. Sadarlah itu! kau hanya sebagai
benalu dalam jalnnya saja! Kasihan sekali kau ini! Menangislah! Kau ini hanya
dapat menangis dan menggalau saja seakaan taka da cara lain saja!
Maafkan aku terlalu menyalahkanmu hai diriku! Aku tau memang
tak mudah memahami semua ini! Janji yang kau utarakan pada awal tahun ini
seakaan hanya sia-sia. Aku tau betapa menyiksanya ketika ibumu menanyakan
dirinya. Menyiksa memang ibumu tiba-tiba menanyakan apakah kalian sudah
berakhir.
Setidaknya kau pernah melihatnya bahagia bersamamu,
setidaknya kau pernah selalu ada untuknya. Setidaknya kau pernah mendekatinya dan
tak peduli pada sakit ‘campak’ yang pernah dia derita. Setidaknya kau pernah
merasakan diprioritaskan oleh dirinya. Kenapa ? apakah aku sedih? Dasar rapuh
kau ini! Semua itu kan sudah berlalu, dia pun sudah pergi meninggalkanmu! Lalu apa
yang masih menghantuimu?
Melupakan bayangnya akan membuatmu semakin teringat oleh
dirinya, mungkin dia juga masih melihatmu didekatnya, namun dia sudah tak
menganggapmu siapa-siapa. Sudahlah, dia itu hanya indah pada waktu itu saja. Percuma
semua rasa galau ini kau curahkan, dia pun tak akan menggubris kesedihanmu. Bahkan
dirinya akan tertawa karena kau menyesal karena meninggalkannya. Kau akan di
tertawakan karena masih mengharapkannya. Ya aku tau! Kau tak akan malu dengan
semua tudingan itu! ya aku tau kau terlalu sayang dengannya! Lalu apa yang
membuatmu terlalu sayang dengannya! Kau jelas-jelas bukanlah pilihannya lagi! Kau
bukan bagian doannya lagi! Bangunlah hai kau putri tidur! Dia sudah
mengharapkan yang lain, tentu saja dia mengharapkan mereka-mereka yang lebih
baik darimu, yang lebih perhatian dari dirimu. Aku tau, itu memang menyakitkan,
aku tau rasa sakitmu ini memang sulit tuk diterima. Aku dapat merasakan
bagaimana perjuanmu untuk selalu menantinya dulu dan memberikan hadiah yang
sekiranya dapat berharga untuknya. Aku tau membang benar-benar menyesakkan dada
semua itu. Tapi jangan lupakan bahwa semua aka nada balasannya.
Ingatkah kau dengan kata-kata temanmu, kau ini baik, orang
terdekatmu tau jika kau ini baik. Kau pasti akan mendapatkan balasan yang lebih
dari kebaikanmu. Allah merindukanmu, Allah ingin kau merasakan penantian yang
lebih dan benar-benar penantian. Biarkan dia menari di atas penantianmu ini,
biarkan dia tertawa saat dirimu bersedih. Yakinlah, Allah maha Adil, Allah
tidak akan mungkin umatnya terlalu berlarut dalam kesedihan. Pendamlah semua
sayangmu ini, tunggulah waktu untuk dia menyadari semua ini. Aku tau kau memang
merasa seakan di anaktirikan oleh dirinya, kau seakan diperlalukan lain tidak
seperti mantan-mantannya sebelumnya. Bersabarlah hai kamu upikku, semua akan ada
balasannya, menunggulah pada waktunya tiba. Sebaik apapun dia bertahta di
hatimu, dia akan pergi jua nanti pada akhirnya.