Hujan turun dengan irama yang
merdu,
Membuat diriku teringat akan
dirinya yang kurindu,
Aku tak tahu mengapa perasaan ini
sangat pilu,
Karena dirinya hanya pelipur lara
yang semu,
Hadirmu datang dengan
indahnya,
Mengajakku menari
bersama cerita didalamnya,
Aku takut jika bukan
aku saja pemeran utama yang ada,
Namun perasaan ini
harus aku kendalikan,
Agar aku tidak terjatuh
terlalu dalam
Aku mengharapkanmu selalu datang,
Namun aku tak tahu siapa dirimu
gerangan,
Aku selalu memintamu tuk menemani,
Namun aku tak tahu dimanakah kamu
pemilik hati,
Salahkah aku mengharapkanmu dari
sekarang?
Mungkinkah kamu mengharapkanku
seorang?
Aku ingin bertemu, dan segera
bertemu
Berharap tuk didekatkan dengamu
Aku merasa jika dirimu ada
didepanku,
Aku merasa dirimu memang penantian
lamaku,
Namun aku yakin,
Selama apapun penantian ini pasti
akan bertemu denganmu
Lucu memang aku selalu mengharapkan
hadirmu datang,
Lucu memang, aku tak tau
mengharapkan siapa
Tapi dalam hati ini penuh
keyakinan,
Suatu saat nanti akan ada dirimu
datang.
Uuuw,, sungguh ku tak sabar
menunggu kabar
Kita akan bertemu,
Ku yakin sangat yakin tentang itu,
Hingga ku mengatakan
“Hai kamu,, akhirnya ku
menemukanmu”
Sungguh, kalimat yang sudah ku
idamkan,
Kalimat yang sudah ku siapkan,
Untuk menyambutmu
Untuk mempersilahkanmu,,
Memasuki duniaku, dan berbagi tanpa
ragu,
Kamu,
Saat ini aku hanya dapat
memanggilmu “Kamu”
Maafkan aku yang tak menyebut
namamu dalam doaku,,
Karena aku tak mau mengasal nama
dalam doaku,
Cukup ku menyebut “Kamu” dalam doa
penantianku,
Kamu dimanakah sekarang?
Aku harap, doa kita cepat bertemu,,
Bertemu di langit ketujuh,
Maka, cepat pula kita tuk memohon
restu,
Restu dalam menjalani janji tuk
selalu bersatu.
Siapkah suatu saat nanti dirimu
bertemu denganku?
Janganlah ragu dengan segala
kekuranganmu,
Aku berharap, Allah membantuku
dengan melengkapi kekuranganmu,
Karena akulah pelengkapmu,,
Karena aku lah bagian dari dirimu,,
Boyolali, 4 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar