Minggu, 07 September 2014

Stuck itu Hanya Ada di Sini

"Aku memang tidak stuck di detik yang sama

Waktu telah berlalu

Namun, roh ku masih terjebak

Aku memang belum terbangun

Sampai-Sampai tidak tau bedanya

Mana dunia nyata, mana dunia mimpi " 


Dulu,,,,

jiwaku rohku seakan seperti daun kering

Yang takut jika pada waktunya daun ini akan terjatuh dari pohon

Karena daun ini tidak tau apa yang ada di bawah sana

Tetapi,

Tuhan berkehendak

Daun itu jatuh dari pohon di mana dia berada

Dia menunggu,

dan datanglah angin yang mengajaknya,

membawanya menari bersama.

Sampai-sampi daun ini tidak terngiang akan ketakutan dugaanya.

Angin memang memberikan kenyaman pada daun.

Hingga daun lupa jika ia tidak bisa melayang,

 dan sampai sejauh manakah ia sekarang berada.

Tapi apapun yang ada,

semua ini atas kehendak tuhan.

Tidak ada yang abadi.

Termasuk batu ataupun karang di laut

Angin tak selamanya selalu ada untuk menari bersama daun.

Hilangnya angin membuat daun terjatuh entah berantah dimana ia sekarang.

Bisa apa daun?

Mau apa daun?

Dia terkejut dan dia belum terbiasa akan semua ini

Tetapi, itulah rencana Tuhan

Jika terjadi, maka terjadilah

Jika cukup, maka berhentilah

Daun hanya dapat menanti apa yang akan terjadi

Dia percaya apapun ini,

pasti sudah terencana oleh Tuhan

Mungkinkah akan ada angin yang datang

Akankah angin lain atau angin yang sama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar