Tiapku diriku ingin
menulis tentangmu,
Hanya satu kalimat yang selalu terbesit dalam pikiranku
‘APA KABAR?”
Kalimat yang sangat sederhana
Namun apakah mudah untuk mendapatkan jawabannya?
Terselimuti oleh ragu, canggung, semua menjadi satu
Beranjak dan pergi itu yang seharusnya terjadi
Siapa yang tak inginkan semua itu
Telah kuyakinkan diriku jika semua tak seperti dulu
Masih saja diri ini merindukan seperti itu
Ku tau semua ini hanya membuang waktu
Semua ini pula merugikan diriku
Ketika malam datang,
Kita berada dalam satu kota yang sama
Merasakan dinginnya malam yang serupa
Namun saat ini berbeda dengan yang telah ada
Mungkinkah kita dapat mengulang
Bercanda bersama, bercengkrama bersama,
Teringat ku menangis di hadadapanmu,
Mengharapkan dirimu tuk selalu untukku
Namun lucu saja jika semua itu,
Ku hanya ingin terbebas dari semua ini,
Membiarkan yang terjadi berlalu,
Seperti air sungai yang mengalir mengikuti arus
Tak inginkah kau berbicara padauk?
Aku merindukanmu,
Itu yang selalu terngiang di benakku
Apakah kau merasakannya juga?
Aku tau kau telah pergi,
Benar-benar pegi dan tak mengharapkan ku kembali
Dan salahkah bila aku mengakui
“Diriku Menyayangimu penuh rindu”
Tak inginkah kau mendengarkan alasanku sebentar saja?
Tak inginkah kau berbicara denganku sepatah dua patah saja?
Tertawalah karena aku menyesal,
Namun aku tak malu jika diriku mengyayangimu,
Apa alasan yang harus ku berikan?
Ku “NYAMAN”
Nyamanmu membuatku tak dapat melupakanmu
Datanglah, walau hanya sebentar
Aku merindukanmu, sungguh merindukanmu.
Pertemuan terkahir kita :’(
Kita pernah merencanakan berbagai angan
Harus begini, harus begitu, namun semua sia-sia
Kau muak bukan bila ku mengingatkan?
Saat itu aku ragu,
Namun keraguanku membuat kita berlalu
Haruskah aku menyebut namamu dalam rinduku?
Dengarkanlah rinduku ini,
Pahamilah kesendirianku ini,
Mungkinkah kita dapat seperti dulu?
Salahkah bila aku merindukan dulu?
Boyolali, 29 Januari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar