Kini jariku menari-nari
dengan riang diatas mesin ketik
semua ini bukan karena tiada arti
melainkan bisikan datang dengan lirih
mengajakku tuk berbahagia dimalam ini
dengan riang diatas mesin ketik
semua ini bukan karena tiada arti
melainkan bisikan datang dengan lirih
mengajakku tuk berbahagia dimalam ini
Saat ini aku tak memedulikanmu
ku tak menyadari akan kepergianmu
yang aku tahu semua berlalu
dan tentu layu dengan waktu
ku tak menyadari akan kepergianmu
yang aku tahu semua berlalu
dan tentu layu dengan waktu
Aku percaya semua
waktu selalu tepat bukan?
memberikan sebuah indahnya kesaksian
yang pastinya pergi tuk ditinggalkan.
waktu selalu tepat bukan?
memberikan sebuah indahnya kesaksian
yang pastinya pergi tuk ditinggalkan.
Maafkanlah dirimu,
maafkanlah kesalahnku,
maafkanlah kesalahnku,
Kau jauh dan menjauh,
namun ku tak pernah sesali itu,
namun ku tak pernah sesali itu,
Malam memang selalu menyimpan cerita
Diriku dan dirinya pernah bersama
Diriku dan dirinya pernah bersama
Hai kamu apa kabarmu disana?
apakah tawamu masih terjaga?
apakah tawamu masih terjaga?
Tentu bukan maksut tuk mengulasmu
tak bermaksud tuk mengingatmu,
tapi ntah kenapa kaulah tokoh utamaku
Tak henti-hentinya jari ini melukismu
rangkaian kata selalu menggambarkanmu.
tak bermaksud tuk mengingatmu,
tapi ntah kenapa kaulah tokoh utamaku
Tak henti-hentinya jari ini melukismu
rangkaian kata selalu menggambarkanmu.
Kau yang disana,
Ku masih terlena akan bayangmu,
ceritamu yang semu,
pasti kuyakin akan layu,
cukup kuyakinkan diriku,
untuk pergi bersama waktu,
nanti kenangan itu akan menjadi MASA LALU
ceritamu yang semu,
pasti kuyakin akan layu,
cukup kuyakinkan diriku,
untuk pergi bersama waktu,
nanti kenangan itu akan menjadi MASA LALU
Martviana.
L, 2017
Depok, 15
Maret 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar